Client Server

Selain peer to peer, ada juga jaringan berbasis server atau sering disebut client-server. Jaringan client server memiliki keunggulan dibandingkan P2P karena menyediakan kesempatan bagi Anda untuk membuat jaringan ukuran besar dan menawarkan sumber daya yang lebih luas kepada user dibandingkan dengan jaringan P2P.

Jaringan berbasis server memungkinkan server-server layanan tertentu, seperti Email, DNS, DHCP dan sebagainya dimasukkan ke dalam jaringan.

Jaringan berbasis server juga memberikan kemudahan dalam pengendalian jaringan karena semuanya diatur oleh komputer server yang terpusat. Karena itu lebih mudah bagi jaringan berbasis server untuk menambahkan resource tambahan. Jaringan berbasis server lebih mudah diperbesar ukurannya.


Gambar 3.1 Jaringan client server, punya komputer server yang
melayani komputer lain

Syarat utama jaringan berbasis server dibandingkan dengan jaringan P2P adalah harus adanya 1 komputer yang menjadi server yang menjalankan sistem operasi server.

Komputer server pada dasarnya adalah komputer biasa yang mengatur login user-user dan memberikan layanan berupa resource (seperti printer dan file) kepada user.

Server-lah yang mengatur apakah sebuah user berhak untuk mengakses layanan tertentu atau tidak? Karena itu jaringan berbasis server akan membuat tingkat keamanan/security jaringan akan lebih matang dibandingkan dengan jaringan P2P.

Komputer yang akan dijadikan server umumnya memiliki spesifikasi teknis yang lebih dibandingkan dengan komputer client dalam hal kecepatan prosesor, RAM, dan kapasitas hard disk. Agar bisa menjadi server, sistem operasi yang digunakan berbeda dibandingkan sistem operasi client, yang lazim dipakai misalnya Microsoft Windows Server 2003, 2008, Linux, Novell NetWare. Di
Indonesia, yang banyak digunakan adalah Windows Server dan Linux.

Sama seperti jaringan P2P, jaringan berbasis server memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain:

• User dapat log on menggunakan satu username dan password untuk mengakses resource dari network. Jika menggunakan paradigma P2P, user perlu satu username dan password untuk mengakses satu layanan, sehingga jika ingin mengakses banyak layanan perlu banyak username dan password.

• Keamanan jaringan lebih tersentralisasi dan lebih terkendali.
• Sumber daya seperti folder dan file bisa lebih di-backup karena terletak di lokasi sentral.

komputer server saja

• Server yang memiliki spesifikasi yang lebih tinggi bisa membuat kecepatan pengaksesan lebih tinggi.


Gambar 3.2 Komputer khusus server dalam bentuk rak

Jaringan berbasis server lebih mudah untuk diperbesar
ukurannya.

Adapun kekurangan dari jaringan berbasis server adalah:
• Untuk individu atau perusahaan kecil, harga untuk membeli seperangkat komputer server dan sistem operasinya kadang bisa menjadi masalah. Untuk itu biasanya digunakan komputer biasa sebagai server, dan sistem operasinya memakai sistem operasi Linux yang bisa digunakan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
• Karena adanya server yang harus di-maintance, harus dialokasikan tenaga seorang administrator jaringan yang bertanggung jawab atas hal ini, yang berarti perlu tambahan gaji yang diperlukan untuk mendanai jaringan komputer. Terutama kalau jaringan ini jaringan profesional, misalnya server hosting.

• Jika server down karena rusak, listrik mati atau maintenance, maka semua akses jaringan juga akan down.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s